Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Fisioterapis, Profesi Serius yang Terlalu Sering Dianggap Receh

Gambar
Saya seorang fisioterapis. Saya menulis ini seperti menulis catatan harian, setelah pulang kerja, saat badan lelah dan kepala masih penuh. Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa-siapa. Hanya catatan kecil tentang profesi yang sudah saya jalani cukup lama. Saya lulus kuliah D3 fisioterapi lebih dari dua puluh tahun lalu. Waktu itu, kondisi fisioterapi tidak seperti sekarang. Jauh lebih berat. Jauh lebih sering dianggap remeh. Pertanyaan “fisioterapi itu tukang pijat, ya?” hampir selalu muncul setiap kali saya mengenalkan profesiku . Sekarang, saya harus jujur, kondisinya sudah agak mendingan. Persepsi masyarakat mulai berubah. Banyak yang sudah paham bahwa fisioterapi bukan sekadar pijat. Pasien mulai datang dengan harapan rehabilitasi, bukan hanya ingin “enakan”. Pertanyaan soal tukang pijat juga sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu. Tapi meskipun sudah membaik, anggapan recehnya belum benar-benar hilang. Stigma fisioterapis dan fisioterapi dulu dan sekarang Dulu, f...