Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Putri Anda Sedang Tumbuh Tinggi. Sudahkah Melihat Punggungnya Hari Ini?

Gambar
Suatu sore di klinik fisioterapi, seorang remaja putri datang bersama ibunya. Wajahnya tampak biasa saja. Tidak terlihat kesakitan. Jalannya juga normal. Kalau hanya melihat sekilas, mungkin tidak ada yang mengira ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Ibunya kemudian mengeluarkan hasil foto rontgen dari dalam map plastik yang sudah agak kusut. Setelah saya melihat hasilnya, tertulis diagnosis skoliosis dengan sudut Cobb lebih dari 25 derajat. Saya sempat terdiam beberapa detik. Bukan karena ini kasus yang langka. Justru sebaliknya. Dalam beberapa tahun terakhir, saya beberapa kali menjumpai remaja putri datang ke klinik dengan kondisi yang hampir serupa. Kelengkungan tulang belakangnya sudah tidak bisa lagi disebut ringan. Yang selalu muncul di pikiran saya justru pertanyaan lain. "Kapan sebenarnya kelengkungan ini mulai terjadi?" Lalu muncul pertanyaan berikutnya. "Apakah selama ini orang tuanya tidak menyadarinya?" Pertanyaan itu bukan untuk menyalahkan siapa pun....

Sudahkah Kita Memberi Anak Kesempatan untuk Bergerak?

Gambar
  Di Hari Anak Nasional ini, saya teringat sebuah pemandangan yang kini semakin sering terlihat. Sekelompok anak duduk berdampingan. Suasananya tenang, tetapi bukan karena sedang bermain bersama. Mereka sibuk dengan gawai masing-masing. Sebagai fisioterapis, saya tidak menyalahkan teknologi. Gawai memang bagian dari kehidupan saat ini. Namun, saya sering bertanya, kalau waktu bermain terus berkurang, kapan tubuh anak belajar bergerak? Tumbuh kembang anak bukan hanya tentang tinggi dan berat badan. Mereka juga perlu belajar berlari, melompat, menjaga keseimbangan, menangkap bola, dan mengeksplorasi lingkungan. Semua itu berkembang melalui aktivitas fisik dan bermain. Fisioterapi bukan hanya membantu anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang, tetapi juga mengingatkan kita bahwa gerak adalah kebutuhan dasar setiap anak. Biarkan anak mengenal teknologi, tetapi jangan sampai lupa mengenal rumput. Biarkan mereka mahir menggunakan gawai, tetapi tetap punya kesempatan berlari, bermain, d...

Antara Aku, Argentina dan Messi

Gambar
Lupakanlah kekalahan Argentina di final piala dunia 2026. Salah satu kekalahan 'unpredictable' sang juara bertahan di final piala dunia. Nyesek, kecewa, tapi aku harus respek pada tim ini. Dari dulu Argentina selalu ada tempat di hatiku.. _______ Aku lahir tepat sehari sebelum Argentina memainkan partai final dan akhirnya menjadi juara piala dunia untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Belanda. Mungkin peristiwa hampir separo abad lalu hanya suatu kebetulan. Namun sejak mengetahui hal tersebut nama Argentina selalu terasa dekat di jiwa. Piala Dunia pertama yang benar-benar kuingat adalah ketika Diego Maradona membawa Argentina menjadi juara dunia 1986. Teringat aku diajak bapak menonton sepakbola di TV hitam putih yang kami punyai, kadang diajak nonton bareng dengan warga kampung sekitar. Saat itu, sepak bola bukan sekadar pertandingan. Ada emosi, harapan, dan kebanggaan yang sulit dijelaskan. Sejak saat itulah Argentina menjadi tim yang selalu kutunggu setiap empat tahun sek...