Skripsi : Pengaruh Latihan Proprioseptif terhadap Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar pada Anak Usia 3–4 Tahun dengan Autism Spectrum Disorder di Sensory Motor School Bandung
Wiwik Yuliati
Program Studi S1 Fisioterapi, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan ITSK, 2024
1. Latar Belakang
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang muncul sejak usia dini dan ditandai oleh gangguan interaksi sosial, komunikasi, perilaku, serta defisit sensorik dan motorik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1 dari 160 anak mengalami ASD, sedangkan di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 2,4 juta penyandang ASD dengan peningkatan kasus setiap tahunnya.
Anak dengan ASD sering mengalami gangguan kontrol motorik berupa keterlambatan perkembangan motorik kasar, gangguan koordinasi, keseimbangan, kontrol postural, motor planning, hingga kesulitan mengintegrasikan informasi vestibular dan proprioseptif. Kondisi tersebut menyebabkan anak mengalami hambatan dalam aktivitas sehari-hari dan proses belajar motorik.
Latihan proprioseptif merupakan bentuk intervensi fisioterapi yang bertujuan meningkatkan kemampuan sistem proprioseptif melalui stimulasi reseptor pada otot, tendon, ligamen, dan sendi sehingga diharapkan mampu memperbaiki kontrol postural, koordinasi, keseimbangan, serta keterampilan motorik kasar pada anak ASD. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan proprioseptif terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar pada anak usia 3–4 tahun dengan Autism Spectrum Disorder di Sensory Motor School Bandung.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh latihan proprioseptif terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar pada anak usia 3–4 tahun dengan Autism Spectrum Disorder di Sensory Motor School Bandung.
Tujuan Khusus
- Mengetahui kemampuan motorik kasar sebelum intervensi.
- Mengetahui kemampuan motorik kasar setelah intervensi.
- Menganalisis pengaruh latihan proprioseptif terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar.
3. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan desain One Group Pretest–Posttest Design.
Karakteristik penelitian:
- Desain penelitian : One Group Pretest–Posttest
- Lokasi penelitian : Sensory Motor School Bandung
- Waktu penelitian : September–November 2023
- Populasi : 40 anak ASD
- Sampel : 20 anak ASD usia 3–4 tahun
- Teknik sampling : Purposive Sampling
- Variabel bebas : Latihan proprioseptif
- Variabel terikat : Keterampilan motorik kasar
- Instrumen pengukuran : Peabody Developmental Motor Scale-2 (PDMS-2).
4. Prosedur Penelitian
A. Seleksi Responden
Subjek dipilih berdasarkan kriteria:
Inklusi
- Diagnosis Autism Spectrum Disorder
- Usia 3–4 tahun
- Dapat berjalan tanpa alat bantu
- Mampu mengikuti instruksi sederhana
- Orang tua bersedia menandatangani informed consent.
Eksklusi
- Gangguan muskuloskeletal atau neurologis lain
- Gangguan penglihatan
- Riwayat jatuh ≥3 kali dalam tiga bulan
- Nyeri/disfungsi ekstremitas
- Mengundurkan diri selama penelitian.
B. Pemeriksaan Awal (Pre-test)
Sebelum terapi dilakukan pemeriksaan keterampilan motorik kasar menggunakan Peabody Developmental Motor Scale-2 (PDMS-2).
Komponen yang dinilai meliputi:
- Throwing ball underhand
- Kicking ball
- Catching ball
- Throwing ball overhand
- Hitting target underhand
- Catching ball chest
- Hitting target overhand
Skor PDMS-2 menjadi nilai dasar sebelum intervensi fisioterapi diberikan.
C. Pelaksanaan Intervensi Fisioterapi (Latihan Proprioseptif)
Seluruh anak memperoleh program latihan yang sama dengan intensitas sedang, 3 kali per minggu, selama periode penelitian. Setiap sesi berlangsung sekitar 50–60 menit dan terdiri atas empat jenis latihan proprioseptif.
1. Lompat Trampolin
- Frekuensi : 3 kali/minggu
- Durasi : 15 menit
- Intensitas : Sedang
Anak diminta melompat secara berulang di atas trampolin. Trampolin dilengkapi jaring pengaman sehingga latihan dapat dilakukan secara aman. Latihan ini bertujuan meningkatkan keseimbangan dinamis, kontrol postural, koordinasi, dan stimulasi sistem vestibular-proprioseptif.
2. Monkey Climbing
- Frekuensi : 3 kali/minggu
- Dilakukan 2 set/sesi
- Durasi : 15 menit
Anak bergelantung dan berpindah dari satu palang ke palang berikutnya pada monkey climbing. Area bawah dilengkapi matras sebagai pengaman.
Latihan ini bertujuan meningkatkan koordinasi bilateral, kekuatan ekstremitas atas, stabilitas bahu, keseimbangan, dan body awareness.
3. Pijat Gymball
- Frekuensi : 3 kali/minggu
- Intensitas : Rendah
- Durasi : 15 menit
Dilaksanakan pada akhir latihan.
Anak diposisikan tengkurap di atas matras, kemudian fisioterapis memberikan stimulasi menggunakan gymball secara perlahan pada tubuh anak.
Tujuan latihan ini adalah memberikan input proprioseptif yang dalam (deep pressure), relaksasi otot, meningkatkan body awareness serta menurunkan perilaku hiperaktif.
4. Gulung Matras (Rolling Mat)
Pada latihan ini anak digulung menggunakan matras secara perlahan sehingga memperoleh stimulasi proprioseptif menyeluruh pada seluruh tubuh.
Tujuan latihan:
- meningkatkan integrasi sensorik,
- meningkatkan persepsi posisi tubuh,
- meningkatkan koordinasi,
- memperbaiki kontrol postural,
- meningkatkan kemampuan motorik kasar.
D. Pemeriksaan Akhir (Post-test)
Setelah seluruh program latihan selesai, seluruh responden menjalani pemeriksaan ulang menggunakan PDMS-2.
Nilai sebelum dan sesudah intervensi kemudian dianalisis secara statistik untuk mengetahui efektivitas latihan proprioseptif terhadap keterampilan motorik kasar anak ASD.
5. Hasil Penelitian
Penelitian melibatkan 20 anak ASD dengan karakteristik:
- Usia 3 tahun : 30%
- Usia 4 tahun : 70%
- Laki-laki : 70%
- Perempuan : 30%
- ASD sedang : 80%
- ASD berat : 20%.
Setelah mengikuti program latihan proprioseptif:
- Nilai rata-rata PDMS-2 meningkat dari 2,91 menjadi 5,00.
- Analisis statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05).
- Hasil tersebut menunjukkan latihan proprioseptif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak ASD usia 3–4 tahun.
6. Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa latihan proprioseptif secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik kasar pada anak usia 3–4 tahun dengan Autism Spectrum Disorder di Sensory Motor School Bandung.
Program latihan yang terdiri atas lompat trampolin, monkey climbing, pijat gymball, dan gulung matras mampu memberikan stimulasi proprioseptif yang efektif sehingga meningkatkan kemampuan koordinasi gerak, kontrol postural, keseimbangan, serta keterampilan motorik kasar. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor PDMS-2 dari 2,91 menjadi 5,00 dan hasil uji statistik p = 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh bermakna dari intervensi fisioterapi yang diberikan.
Daftar Pustaka
Berikut sepuluh referensi utama yang digunakan dalam skripsi tersebut:
- Aman JE, Elangovan N, Yeh IL, Konczak J. (2015). The effectiveness of proprioceptive training for improving motor function: A systematic review. Frontiers in Human Neuroscience.
- Ferreira JP, Ghiarone T, Júnior CRC, et al. (2019). Effects of physical exercise on the stereotyped behavior of children with autism spectrum disorders. Medicina.
- Gonzalez SL, Alvarez V, Nelson EL. (2019). Do Gross and Fine Motor Skills Differentially Contribute to Language Outcomes? Frontiers in Psychology.
- Hodges H, Fealko C, Soares N. (2020). Autism Spectrum Disorder: Definition, Epidemiology, Causes, and Clinical Evaluation. Translational Pediatrics.
- Kuliński W, Nowicka A. (2020). Effects of Sensory Integration Therapy on Selected Fitness Skills in Autistic Children. Wiadomości Lekarskie.
- Lourenço C. (2015). The Effect of a Trampoline-Based Training Program on Motor Proficiency in Children with ASD. Journal of Physical Education and Sport.
- Marasco PD, De Nooij JC. (2023). Proprioception: A New Era Set in Motion by Emerging Genetic and Bionic Strategies? Annual Review of Physiology.
- Moseley RL, Pulvermüller F. (2018). What Can Autism Teach Us About the Role of Sensorimotor Systems in Higher Cognition? Cortex.
- Rosario MG, López L, Méndez M, et al. (2018). Proprioception and Vestibular Alterations Affect Postural Control in Children with Mild Autism. F1000Research.
- Roșca AM, Rusu L, Marin MI, et al. (2022). Physical Activity Design for Balance Rehabilitation in Children with Autism Spectrum Disorder. Children.
Komentar
Posting Komentar