Tesis : Perbandingan Muscle Energy Technique dengan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Stretching terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring dan Penurunan Nyeri pada Individu dengan Hamstring Tightness
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penulis: Muhammad Zulkifli Fachriyan
Program Studi: Magister Ilmu Kesehatan Olahraga, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2023).1. Latar Belakang
Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang didominasi aktivitas duduk dalam waktu lama menyebabkan meningkatnya angka hamstring tightness. Kondisi ini banyak ditemukan pada pekerja kantoran maupun individu dengan gaya hidup sedentary. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan otot hamstring mengalami pemendekan sehingga fleksibilitas menurun, timbul nyeri saat peregangan, penurunan ROM, penurunan performa aktivitas, bahkan meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal.
Penelitian epidemiologi menunjukkan prevalensi hamstring tightness pada mahasiswa atlet dan pekerja kantoran dapat mencapai 80%, sedangkan penelitian lain melaporkan sekitar 40,07% responden mengalami pemendekan otot hamstring dengan prevalensi lebih tinggi pada laki-laki. Kejadian tersebut meningkat terutama pada kelompok usia 30–49 tahun.
Berbagai metode fisioterapi telah digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring, antara lain stretching konvensional, corrective exercise, strengthening exercise, myofascial release, Muscle Energy Technique (MET), dan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF). MET bekerja melalui kontraksi isometrik yang memanfaatkan energi otot untuk menghasilkan relaksasi pasca kontraksi, sedangkan PNF menggunakan teknik hold-relax yang memanfaatkan mekanisme inhibisi autogenik melalui aktivasi Golgi Tendon Organ (GTO). Walaupun kedua teknik terbukti efektif secara individual, belum banyak penelitian yang membandingkan efektivitas keduanya secara langsung pada individu sedentary dengan hamstring tightness.
2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
- Menganalisis pengaruh Muscle Energy Technique (MET) terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring dan penurunan nyeri.
- Menganalisis pengaruh Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring dan penurunan nyeri.
- Membandingkan efektivitas MET dengan PNF terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring dan penurunan nyeri pada individu sedentary dengan hamstring tightness.
3. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan desain Randomized Pretest–Posttest Experimental Design.
Karakteristik penelitian
- Jenis penelitian : Eksperimental
- Desain : Randomized Pretest–Posttest Design
- Lokasi : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
- Jumlah sampel : 38 responden
- Teknik randomisasi : Simple Random Sampling
- Kelompok MET : 19 responden
- Kelompok PNF : 19 responden
- Lama intervensi : sesuai program latihan penelitian
-
Variabel independen :
- Muscle Energy Technique
- Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Stretching
-
Variabel dependen :
- Fleksibilitas hamstring
- Nyeri gerak
-
Instrumen pengukuran :
- Active Knee Extension Test (AKE) untuk fleksibilitas
- Visual Analog Scale (VAS) untuk nyeri
-
Analisis statistik :
- Two Way Repeated Measure ANOVA
- Independent t-test
- Post Hoc Test.
4. Prosedur Penelitian
A. Pemeriksaan Awal
Sebelum intervensi seluruh responden menjalani:
- Skrining sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
- Pengukuran fleksibilitas menggunakan Active Knee Extension Test (AKE).
- Pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS).
- Randomisasi ke dalam kelompok MET dan PNF.
B. Intervensi Kelompok Muscle Energy Technique (MET)
MET merupakan teknik terapi manual aktif di mana pasien melakukan kontraksi isometrik terhadap tahanan fisioterapis, kemudian diikuti fase relaksasi dan peregangan.
Prinsip fisiologis:
- Kontraksi isometrik otot hamstring.
- Terjadi Post Isometric Relaxation (PIR).
- Penurunan tonus otot.
- Pemanjangan serabut otot.
- Peningkatan ROM.
- Penurunan nyeri akibat normalisasi ketegangan jaringan.
Prosedur MET
- Pasien posisi terlentang (supine).
- Hip difleksikan hingga batas toleransi.
- Lutut diekstensikan hingga terasa ketegangan.
- Pasien diminta melakukan kontraksi isometrik hamstring melawan tahanan fisioterapis.
- Kontraksi dipertahankan beberapa detik.
- Setelah relaksasi, fisioterapis menambah peregangan pasif hingga barrier baru.
- Siklus diulang beberapa repetisi sesuai protokol latihan penelitian.
C. Intervensi Kelompok Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)
PNF menggunakan teknik Hold–Relax.
Mekanisme fisiologis
- Kontraksi isometrik mengaktivasi Golgi Tendon Organ (GTO).
- Terjadi Autogenic Inhibition.
- Hambatan refleks terhadap kontraksi otot menurun.
- Otot menjadi lebih relaks.
- Fleksibilitas meningkat.
- Nyeri menurun.
Prosedur PNF
- Pasien posisi supine.
- Hamstring diregangkan hingga titik akhir ROM.
- Pasien melakukan kontraksi isometrik melawan tahanan fisioterapis.
- Setelah relaksasi dilakukan peregangan pasif lebih lanjut.
- Dilakukan beberapa repetisi sesuai protokol penelitian.
D. Evaluasi
Setelah seluruh sesi latihan selesai dilakukan:
- Pengukuran ulang AKE.
- Pengukuran ulang VAS.
- Analisis perubahan sebelum dan sesudah intervensi.
- Perbandingan hasil antara kelompok MET dan kelompok PNF menggunakan uji statistik.
5. Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa:
- Baik kelompok MET maupun PNF mengalami peningkatan fleksibilitas hamstring yang bermakna setelah intervensi (p < 0,001).
- Kedua kelompok juga mengalami penurunan nyeri gerak yang bermakna (p < 0,001).
- Analisis Two Way Repeated Measure ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pada efek interaksi maupun efek kelompok (P > 0,05), tetapi terdapat perbedaan bermakna berdasarkan waktu pengukuran (P < 0,05).
- Analisis Independent t-test terhadap nilai delta menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara MET dan PNF, baik pada peningkatan fleksibilitas (AKE; p = 0,166) maupun penurunan nyeri (VAS; p = 0,713).
6. Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa:
- Muscle Energy Technique (MET) efektif meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dan menurunkan nyeri pada individu sedentary dengan hamstring tightness.
- Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) juga efektif meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dan menurunkan nyeri.
- Tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara MET dan PNF. Dengan demikian, kedua teknik dapat dipilih sebagai intervensi fisioterapi untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring dan mengurangi nyeri, dengan pemilihan teknik disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan klinis fisioterapis.
Daftar Pustaka (10 Referensi Utama)
- Alter, M. J. (1999). Science of Stretching.
- Alter, M. J. (2003). Science of Flexibility.
- Chaitow, L. (2006). Muscle Energy Techniques.
- Chaitow, L. (2013). Muscle Energy Techniques (4th Edition).
- Kisner, C., & Colby, L. A. (2016). Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques.
- Quinn, E. (2009). Hamstring Tightness and Flexibility.
- Phadke, A., et al. (2016). Effectiveness of Muscle Energy Technique in Hamstring Tightness.
- Sadek, A., et al. (2021). Effects of Proprioceptive Neuromuscular Facilitation on Hamstring Flexibility.
- Timmins, R. G., et al. (2020). Hamstring Muscle Anatomy and Injury Mechanisms.
- Weerasekara, I., et al. (2010). Prevalence of Hamstring Tightness among Athletes and Office Workers.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar