Skripsi : Pengaruh Latihan Heavy Work dan Balance Beam terhadap Peningkatan Keseimbangan pada Anak Autis di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang


Penulis: Valensia Rianingtyas
Program Studi: Sarjana Fisioterapi, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, Tahun 2023.



1. Latar Belakang

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan neurologis yang ditandai dengan hambatan komunikasi, interaksi sosial, perilaku berulang, gangguan sensorik, dan gangguan perkembangan motorik. Salah satu masalah motorik yang sering ditemukan pada anak autis adalah gangguan keseimbangan, baik statis maupun dinamis, sehingga anak mengalami kesulitan mempertahankan posisi berdiri, berjalan, serta melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Prevalensi ASD terus meningkat di dunia maupun di Indonesia. Berdasarkan berbagai penelitian, sekitar 1 dari 54 anak mengalami autisme, sedangkan di Indonesia diperkirakan satu dari 150 balita mengalami ASD. Di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang sendiri terdapat sekitar 23 anak yang telah terdiagnosis autisme. Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi fisioterapi yang dapat meningkatkan kemampuan keseimbangan anak.

Gangguan keseimbangan pada anak autis berhubungan dengan gangguan sistem proprioseptif, vestibular, visual, serta kontrol postural. Oleh karena itu, latihan Heavy Work yang menstimulasi sistem proprioseptif dan Balance Beam yang melatih kontrol postural, koordinasi, serta keseimbangan dinamis diperkirakan mampu meningkatkan kemampuan keseimbangan anak autis. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai pengaruh kedua latihan tersebut terhadap peningkatan keseimbangan anak autis.


2. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh latihan Heavy Work dan Balance Beam terhadap peningkatan keseimbangan pada anak autis di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang.

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui nilai keseimbangan sebelum diberikan latihan Heavy Work dan Balance Beam.
  2. Mengetahui nilai keseimbangan setelah diberikan latihan Heavy Work dan Balance Beam.
  3. Menganalisis pengaruh latihan Heavy Work dan Balance Beam terhadap peningkatan keseimbangan anak autis.

3. Metode Penelitian

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design, sehingga seluruh responden mendapatkan intervensi kemudian dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah latihan.

Metode penelitian:

  • Jenis penelitian : Kuantitatif
  • Desain penelitian : Pre-Experimental (One Group Pretest–Posttest)
  • Lokasi penelitian : Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang
  • Populasi : Anak autis di Panti Asuhan Bhakti Luhur
  • Teknik sampling : Purposive Sampling
  • Instrumen pengukuran : Berg Balance Scale (BBS)
  • Analisis statistik : Uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05.

4. Prosedur Penelitian

Tahap Persiapan

Tahapan penelitian meliputi:

  • Mengurus izin penelitian kepada pihak panti asuhan.
  • Menentukan subjek sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
  • Menjelaskan tujuan serta prosedur penelitian kepada pengasuh.
  • Menyiapkan alat ukur Berg Balance Scale dan media latihan.

Tahap Pelaksanaan

  1. Melakukan pemeriksaan awal (pre-test) menggunakan Berg Balance Scale (BBS).
  2. Memberikan intervensi fisioterapi berupa latihan Heavy Work dan Balance Beam sesuai jadwal penelitian.
  3. Setelah seluruh program latihan selesai dilakukan pemeriksaan kembali (post-test) menggunakan Berg Balance Scale.
  4. Data pre-test dan post-test kemudian dianalisis menggunakan SPSS.

5. Intervensi Fisioterapi 

A. Heavy Work Exercise

Heavy Work merupakan aktivitas yang memberikan stimulasi proprioseptif melalui kontraksi otot besar dengan aktivitas mendorong, menarik, mengangkat, membawa, dan aktivitas resistif lainnya. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kesadaran tubuh (body awareness), regulasi sensorik, koordinasi neuromuskular, dan keseimbangan.

Bentuk latihan Heavy Work

  • Membawa tas belanja atau tas cucian.
  • Menggunakan ransel berbeban.
  • Mengantar barang menggunakan ransel.
  • Membawa tumpukan buku.
  • Membawa keranjang cucian.
  • Membawa tas punggung yang berisi beban.
  • Membawa boneka berbobot (weighted toy).

Mekanisme fisiologis

Latihan Heavy Work memberikan input proprioseptif melalui kontraksi otot dan kompresi sendi sehingga meningkatkan kontrol neuromuskular, regulasi sistem sensorik, serta meningkatkan kemampuan mempertahankan postur tubuh.


B. Balance Beam Exercise

Balance Beam merupakan latihan berjalan di atas balok keseimbangan untuk melatih kontrol postural, keseimbangan dinamis, koordinasi, propriosepsi, dan kemampuan berjalan.

Bentuk latihan

Anak melakukan berbagai aktivitas di atas balance beam, antara lain:

  • Berjalan maju.
  • Berjalan mundur.
  • Berjalan menyamping.
  • Berjalan menyilang.
  • Merangkak di atas balok.
  • Melompat di atas balance beam.

Latihan diberikan dalam suasana bermain sehingga lebih menarik dan meningkatkan partisipasi anak.

Efek fisiologis

Balance Beam meningkatkan:

  • fungsi sistem visual,
  • sistem vestibular,
  • sistem somatosensorik,
  • propriosepsi,
  • kontrol neuromuskular,
  • stabilitas sendi,
  • keseimbangan statis dan dinamis.

6. Hasil Penelitian

Penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian kombinasi latihan Heavy Work dan Balance Beam terjadi peningkatan skor Berg Balance Scale pada anak autis dibandingkan sebelum intervensi. Hasil analisis statistik menggunakan Paired Sample t-test menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang bermakna dari latihan Heavy Work dan Balance Beam terhadap peningkatan keseimbangan anak autis di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang.

Selain itu, pembahasan penelitian menjelaskan bahwa peningkatan keseimbangan terjadi karena stimulasi proprioseptif dari Heavy Work dikombinasikan dengan latihan kontrol postural melalui Balance Beam, sehingga kemampuan mempertahankan posisi tubuh menjadi lebih baik.


7. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Sebelum intervensi, kemampuan keseimbangan anak autis masih relatif rendah berdasarkan hasil pengukuran Berg Balance Scale.
  2. Setelah diberikan latihan Heavy Work dan Balance Beam, terjadi peningkatan skor keseimbangan pada sebagian besar responden.
  3. Latihan Heavy Work dan Balance Beam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keseimbangan anak autis.
  4. Kombinasi kedua latihan tersebut dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi fisioterapi untuk meningkatkan kontrol postural, keseimbangan, dan kemampuan aktivitas fungsional pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).

Daftar Pustaka 

  1. Kurniawan. (2019). Autism Spectrum Disorder dan Gangguan Motorik pada Anak.
  2. JIRK. (2022). Prevalensi Autism Spectrum Disorder di Indonesia.
  3. Herna. (2022). Data Epidemiologi Anak Autis di Indonesia.
  4. Cicilia. (2016). Peran Keseimbangan terhadap Aktivitas Fungsional Anak.
  5. Indah. (2022). Gangguan Keseimbangan pada Anak Autis.
  6. Melati Andayani & Maidi Samekto. (2017). Perbedaan Pemberian Latihan Keseimbangan dengan Balance Beam dan Balance Board pada Stabilitas Postural Anak Autis.
  7. Abdel Karim, A. E., & Mohammed, A. H. (2015). Effectiveness of Sensory Integration Program in Motor Skills in Children with Autism.
  8. Meidian, A. C. (2015). Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pediatric Balance Scale dan Sixteen Balance Test.
  9. Meghan. (2020). Prenatal and Postnatal Risk Factors of Autism Spectrum Disorder.
  10. Novianti. (2018). Efek Fisiologis Latihan Balance Beam terhadap Sistem Keseimbangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Tahun Telah Berlalu, Kami Masih Menertawakan Cerita yang Sama

Berpulangnya Seorang Dokter yang Mencintai dan Dicintai Anak-Anak...

Fisioterapis, Profesi Serius yang Terlalu Sering Dianggap Receh