Skripsi : Pengaruh Pemberian TENS dan Active Stretching terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien dengan Neck Pain di RSUD Grati
Penulis: Noviyanti Dyah Utami
**Program Studi S1 Fisioterapi, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, 2024.
1. Latar Belakang
Nyeri leher (neck pain) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai pada masyarakat modern. Perkembangan teknologi menyebabkan banyak pekerjaan dilakukan secara statis dalam waktu lama dengan posisi tubuh yang kurang ergonomis sehingga meningkatkan risiko terjadinya nyeri leher. Faktor risiko utama meliputi postur kerja yang buruk, penggunaan komputer/laptop lebih dari empat jam per hari, jam kerja yang panjang, serta ketegangan otot leher.
Menurut WHO, sekitar 10–30% pekerja di negara maju dan 50–70% pekerja di negara berkembang mengalami keluhan nyeri leher akibat kondisi kerja yang kurang baik. Di RSUD Grati sendiri, jumlah pasien neck pain mencapai hampir 200 pasien setiap bulan pada triwulan pertama tahun 2023 dan meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Fisioterapi berperan dalam mengurangi nyeri dan mengembalikan fungsi gerak. Salah satu kombinasi intervensi yang banyak digunakan adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) sebagai modalitas elektroterapi untuk mengurangi nyeri dan Active Stretching untuk meningkatkan fleksibilitas otot, mengurangi spasme, serta meningkatkan lingkup gerak sendi. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas kombinasi kedua intervensi tersebut terhadap penurunan nyeri pada pasien neck pain di RSUD Grati.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh pemberian TENS dan Active Stretching terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan neck pain di RSUD Grati.
Tujuan Khusus
- Mengetahui tingkat nyeri sebelum diberikan TENS dan Active Stretching.
- Mengetahui tingkat nyeri setelah diberikan TENS dan Active Stretching.
- Menganalisis pengaruh kombinasi TENS dan Active Stretching terhadap penurunan nyeri pada pasien neck pain.
3. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan One Group Pretest–Posttest Design, sehingga seluruh responden memperoleh intervensi tanpa kelompok kontrol.
Karakteristik Penelitian
- Jenis penelitian : Eksperimental
- Desain : One Group Pretest–Posttest
- Lokasi : Instalasi Fisioterapi RSUD Grati
- Sampel : 20 pasien neck pain
- Teknik sampling : Purposive Sampling
- Variabel bebas : TENS dan Active Stretching
- Variabel terikat : Intensitas nyeri
- Instrumen pengukuran : Visual Analog Scale (VAS)
- Analisis statistik : Uji Normalitas dan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal.
4. Prosedur Penelitian
Tahap Persiapan
- Peneliti memperoleh izin penelitian dari RSUD Grati.
- Memilih responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
- Memberikan penjelasan penelitian dan meminta informed consent.
- Melakukan pemeriksaan awal menggunakan Visual Analog Scale (VAS).
Tahap Intervensi Fisioterapi
Seluruh responden mendapatkan kombinasi TENS dan Active Stretching.
A. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)
Tujuan
- Mengurangi nyeri.
- Menghambat transmisi impuls nyeri melalui mekanisme Gate Control Theory.
- Merangsang pelepasan endorfin.
- Mengurangi spasme otot.
Parameter Terapi
Berdasarkan uraian teori pada Bab II, TENS diaplikasikan pada area cervical dengan pemasangan elektroda di sekitar otot leher yang mengalami nyeri/spasme. Modalitas diberikan menggunakan arus listrik frekuensi rendah–menengah sesuai standar terapi konvensional untuk tujuan analgesia.
B. Active Stretching
Latihan dilakukan secara aktif oleh pasien hingga batas nyaman tanpa bantuan terapis.
Jenis latihan yang diberikan
-
Cervical Flexion Stretch
- Menundukkan kepala perlahan.
- Meregangkan otot posterior cervical.
-
Cervical Extension Stretch
- Mengangkat kepala ke belakang secara perlahan.
- Meregangkan otot anterior leher.
-
Cervical Rotation Stretch
- Menoleh ke kanan dan kiri secara perlahan.
- Meregangkan otot sternocleidomastoid dan otot rotator leher.
-
Cervical Lateral Flexion Stretch
- Memiringkan kepala ke kanan dan kiri.
- Meregangkan upper trapezius dan levator scapulae.
Seluruh gerakan dilakukan secara perlahan sampai batas nyeri yang masih dapat ditoleransi pasien, kemudian dipertahankan beberapa detik dan diulang beberapa kali sesuai protokol latihan. Ilustrasi latihan ditampilkan pada Bab II melalui gambar teknik stretching leher.
Tahap Evaluasi
Setelah seluruh intervensi selesai, tingkat nyeri kembali diukur menggunakan VAS dan dibandingkan dengan nilai sebelum terapi.
5. Hasil Penelitian
Penelitian melibatkan 20 pasien neck pain.
Nilai Nyeri
Sebelum terapi (Pretest)
- Rata-rata VAS = 5,35
Sesudah terapi (Posttest)
- Rata-rata VAS = 4,50
Terjadi penurunan rata-rata nyeri sebesar 0,85 poin VAS setelah pemberian kombinasi TENS dan Active Stretching.
Analisis Statistik
Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai nyeri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), sehingga kombinasi TENS dan Active Stretching dinyatakan efektif menurunkan nyeri pada pasien neck pain di RSUD Grati.
6. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
- Sebelum intervensi, rata-rata intensitas nyeri pasien neck pain adalah 5,35 berdasarkan Visual Analog Scale (VAS).
- Setelah mendapatkan kombinasi TENS dan Active Stretching, rata-rata nyeri menurun menjadi 4,50.
- Penurunan nyeri rata-rata sebesar 0,85 poin VAS menunjukkan adanya perbaikan klinis setelah terapi.
- Analisis statistik menunjukkan bahwa kombinasi TENS dan Active Stretching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada pasien neck pain di RSUD Grati, sehingga kedua modalitas tersebut dapat direkomendasikan sebagai intervensi fisioterapi untuk mengurangi nyeri pada kasus neck pain.
Daftar Pustaka (10 Referensi Utama)
Berikut adalah 10 referensi yang tercantum dan digunakan dalam skripsi ini sebagai landasan teori:
- World Physiotherapy. (2019). Policy Statement: Description of Physical Therapy.
- Draper, D. O., & Prentice, W. E. (2015). Therapeutic Modalities in Rehabilitation.
- Motimath, B., & Ahammed, S. (2017). Risk Factors of Neck Pain among Workers.
- Situmorang, R., dkk. (2020). Hubungan Penggunaan Laptop dengan Kejadian Neck Pain.
- Verhagen, A. P. (2020). Conservative Treatment for Neck Pain.
- Drake, R. L., Vogl, A. W., & Mitchell, A. W. M. (2015). Gray's Anatomy for Students.
- Hiatt, J. L., & Gartner, L. P. (2014). Textbook of Head and Neck Anatomy.
- Sobotta. (2011). Atlas of Human Anatomy.
- Saraswati. (2017). Biomekanik Cervical dan Penatalaksanaan Neck Pain.
- Huldani. (2013). Non-Specific Neck Pain dan Faktor Risiko.
Komentar
Posting Komentar