Fisioterapi dan Ramadhan #2

Sahur Sehat, Otot Selamat

(Catatan ala fisioterapis yang pernah kram sebelum dhuhur)




Sahur itu ibadah.

Tapi sayangnya, sering diperlakukan seperti formalitas: asal masuk nasi, minum dua teguk, lalu tidur lagi sambil berharap otot ikut memahami niat baik kita.

Padahal tubuh itu bukan cenayang.

Kalau sahurnya asal, protesnya nyata.


Sebagai fisioterapis, saya sering ketemu keluhan klasik di bulan puasa:

“Pak, kok betis sering kram ya?”

“Leher kok kaku, padahal cuma puasa?”


Jawabannya sering sederhana: hidrasi dan nutrisi sahur diabaikan.

Minum air saat sahur itu bukan cuma biar nggak haus. Cairan membantu kerja otot, mencegah kram, dan menjaga elastisitas jaringan. Kurang minum bikin otot gampang “ngambek”, biasanya pas lagi sujud lama atau berdiri tarawih.


Sahur juga jangan cuma nasi + mie instan + niat baik.

Otot butuh:

- Air putih cukup

- Elektrolit alami

- Protein sederhana

- Sedikit lemak baik


Kalau sahur cuma karbohidrat cepat, jangan kaget siang hari badan terasa kosong, dan malam hari betis mendadak jadi alarm tarawih.

Dan jangan lupa, sahur sehat tanpa gerak tetap kurang lengkap. Stretching ringan sebelum atau setelah sahur bantu otot “bangun pelan-pelan”, bukan langsung kaget diajak puasa seharian.


Puasa mengajarkan menahan.

Fisioterapi mengingatkan: jangan menahan perhatian pada tubuh sampai nyeri duluan.

Karena ibadah lebih nikmat kalau otot tidak sibuk kram.

Dan sahur yang baik bukan cuma menyelamatkan puasa—

tapi juga menyelamatkan sendi, otot, dan kekhusyukan...

Jadi, bagaimana dengan sahur anda tadi? 😊



#pilihfisioterapi

#fisioterapiramadhan

#tetepbergerakbermanfaat

#fisiosby #fisioPHC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Tahun Telah Berlalu, Kami Masih Menertawakan Cerita yang Sama

Berpulangnya Seorang Dokter yang Mencintai dan Dicintai Anak-Anak...

Fisioterapis, Profesi Serius yang Terlalu Sering Dianggap Receh