Fisioterapi : Jurusan 'Underrated' Yang Berpotensi Menjadi Primadona Baru
Jurusan yang Dulu Dipandang Sebelah Mata
Kalau bicara soal jurusan kuliah favorit, biasanya yang muncul di kepala kita tidak jauh-jauh dari kedokteran, teknik, atau manajemen. Jarang sekali ada yang langsung menyebut fisioterapi. Padahal,
diam-diam jurusan ini sedang naik daun dan berpotensi menjadi "primadona baru" di dunia pendidikan kesehatan.
Dulu, fisioterapi sering dianggap sebagai "pelengkap" dalam layanan kesehatan. Tidak banyak yang benar-benar memahami apa itu fisioterapi dan bagaimana perannya. Bahkan, informasi tentang jurusan ini pun sangat terbatas. Tapi hari ini, situasinya mulai berubah---dan berubahnya cukup signifikan.
Minat terhadap jurusan fisioterapi terus meningkat setiap tahun. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan rehabilitasi dan peningkatan kualitas hidup pasien. Data dari berbagai sumber, termasuk Cakrawala University, menunjukkan bahwa fisioterapi semakin dilirik oleh calon mahasiswa karena prospek kerjanya yang menjanjikan.
Contoh nyata bisa kita lihat dari S1 Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang tembus 1.003 peminat di SNBP 2026. Angka ini bukan hanya sekadar tinggi, tetapi juga menempatkan program studi ini dalam 10 besar prodi terfavorit di kampusnya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa fisioterapi bukan lagi jurusan "pinggiran"
Peluang Global dan Kebutuhan Nyata
Secara global, kebutuhan fisioterapis juga sangat besar. Bahkan diperkirakan mencapai ribuan tenaga setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa profesi ini bukan hanya relevan di Indonesia, tetapi juga memiliki peluang luas di kancah internasional. Dunia sedang membutuhkan lebih banyak tenaga yang mampu membantu pemulihan fungsi gerak dan kualitas hidup manusia.
Di dalam negeri, tren layanan seperti fisioterapi home care juga semakin berkembang. Masyarakat kini tidak hanya mengandalkan rumah sakit, tetapi juga mulai mencari layanan kesehatan yang lebih fleksibel dan personal. Fisioterapi hadir menjawab kebutuhan itu---datang langsung ke rumah pasien, memberikan terapi yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Cerita yang Berawal dari "Keterpaksaan"
Saya sendiri punya cerita yang mungkin cukup "klasik"---masuk jurusan yang awalnya bukan pilihan.
Dulu, saya sebenarnya ingin masuk jurusan teknik. Namun, berbagai ujian masuk PTN selalu berakhir dengan kegagalan. Sampai akhirnya, pilihan yang tersisa hanya satu: fisioterapi. Itupun hanya ada satu di Jawa Timur saat itu, yakni program studi D3 Fisioterapi di Universitas Airlangga.
Jujur saja, waktu itu saya hampir tidak tahu apa-apa tentang fisioterapi. Informasi sangat minim. Satu-satunya gambaran yang saya ingat hanyalah ketika nenek saya pernah menjalani fisioterapi di rumah sakit setelah terkena stroke. Selebihnya? Kosong.
Masuk kuliah pun rasanya seperti "terpaksa".
Dari Tidak Tahu Menjadi Paham
Namun, seiring waktu, perspektif itu berubah. Saya mulai memahami bahwa fisioterapi bukan sekadar membantu pasien bergerak, tetapi juga mengembalikan harapan. Dari pasien stroke yang belajar berjalan kembali, hingga atlet yang berjuang pulih dari cedera---semuanya punya cerita, dan fisioterapis menjadi bagian penting di dalamnya.
Sekarang, situasinya jauh berbeda dibanding dulu. Informasi tentang jurusan fisioterapi sudah sangat mudah diakses. Calon mahasiswa bisa dengan mudah mencari tahu kurikulum, prospek kerja, hingga peluang karier di dalam dan luar negeri.
Bahkan, saat ini tidak kurang dari 50 institusi pendidikan di Indonesia telah membuka program S1 fisioterapi, dan sekitar 15 institusi sudah menyelenggarakan pendidikan profesi fisioterapi. Padahal awal saya kuliah dulu hanya ada pendidikan D3 fisioterapi. Ini menunjukkan bahwa perkembangan bidang ini sangat pesat dan semakin diakui secara akademik maupun profesional.
Untuk Kamu yang Masih Bingung
Di titik ini, saya ingin bicara langsung kepada kamu---siswa SMA yang sebentar lagi lulus, tapi masih bingung mau kuliah di mana.
Kalau kamu masih belum punya gambaran jelas, jurusan fisioterapi bisa jadi alternatif yang cerah. Bukan hanya karena peluang kerjanya luas, tapi juga karena profesi ini benar-benar dibutuhkan, sekarang dan di masa depan.
Jangan terlalu lama menimbang sampai akhirnya kehabisan pilihan. Kadang, keputusan terbaik adalah yang diambil tepat waktu.
Putuskan segera, atau tidak akan ada kesempatan lagi
Dari Underrated Menuju Primadona
Fisioterapi mungkin belum sepopuler jurusan lain, tapi justru di situlah letak peluangnya. Ketika banyak orang masih ragu, mereka yang lebih dulu melihat potensi akan berada di garis depan.
Mungkin, fisioterapi memang jurusan yang dulu "underrated". Tapi melihat tren saat ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, jurusan ini akan menjadi salah satu yang paling diburu.
Dan siapa sangka---pilihan yang dulu terasa seperti "jalan terakhir", justru bisa menjadi jalan masa depan...
Penulis : Ratno Wahyu Saputra
Artikel ini ditayangkan di laman kompasiana :
https://www.kompasiana.com/wahyusaputra6324/69d9951cc925c456316a3e92/fisioterapi-jurusan-underrated-yang-berpotensi-menjadi-primadona-baru

Komentar
Posting Komentar